halaman ini ku peruntukkan untuk diriku sendiri sebagai pengingat tentang target-target yang haris ki tempuh
study
aku dulu berharap cuma simpel, yang penting udah dapet gelar s1 kayaknya udah cukup, tapi apa mau dikata aku dapat tantangan dari abah supaya bisa lanjut ke s2. agak berat emang, selain karena biaya yang tek sedikit s2 juga harus ada persiapan knoeledge yang lebih. setelah dipikir-pikir itu juga demi kebaikanku, zaman sekarang s1 itu dah umum, hampir semiu orang bisa menyandang gelar tersebut lagian kelapa tua iku santene luwih akeh dibanding kelapa enom. itu motivasi dari abah.
wah kalo s2 dulu kapan nikahnya ya? padahal temen2 sebayaku dah pada nikah dah da yang punya momongan juga. nunggu lulus s2 paling tidak 4 tahun lagi dan umurku udah 24-25.an. dulu punya target nikah di unur 22/23 itu udah maksimal, eh sekarang malah mlah di edit.
ya aku juga belum tahu apa yang akan terjadi pada diriku di esok hari, kagak ada yang tahu juga kalo tiba-tiba besok aku udah mati, tapi target ini harus tetep aku tuliskan kalau perlu aku piblikasikan biar ada yang tahu apa yang terjadi padaku entah sekarang atau esok lusa.
selain semua itu targetku adalah hafal umrithi paling tidak bilan mei ini aku sudah harus setoran dan ujian pada abah, sebagai konsekuensi dari puasa nyirihku ini. hemm habis itu aku pengen melanjutkan puasa dalail sambil memperdalam kitab. meski cita-citaku menghafal al-qur'an belum terwujud aku berharap da orang terdekatku yang mau menghafalkannya, entah adikku atau mungkin calon suamiku(hehehe). targetnya pinya yayasan pendidikan dan pondok pesantren yang sistem pembelajarannya salaf kontemporer. hem semoga bisa
prinsip yang selalu aku junjung tinggi mampukah aku pertahankan, sudah sejauh ini aku kuat2kan untuk konsisten dengan prinsip tersebut, meski tak jarang banyak godaan yang sedikit demi sedikit menggiyahkan peinsip itu. aku tak mau pacaran kecuali sama suamiku. ya itulah prinsip yang aku agungkan, yang mungkin kedengarannya udik banget, zaman sekarang kagak punya pacar? so what gitu loh, dengan lingkunganku yang seperti itu yang kebanyakan menentang prinsipku itu, tapi peduli apa ma kata orang ini hidupku dan aku berhak menentukan apa yang pas buatku sendiri. kenapa to aku samapai segitunya, memepertahankan prinsip yang kagak gail banget itu, tentu saja ada alasannya. yang pertama tetep takut ma Allah, tepi selain itu juga masih ada dong. yah aku ingin mencintai suamiku setulusnya tak da yang ku banding-bandingkan, dan cinta itu masih tulus murni untuk dia hanya karena Allah. ya semoga saja sampai adanya pelaminan cintaku hanya untuk orang yang nantinya menjadi suamiku selamanya.
selama ini mungkin aku jadi orang terlalu egois apa terlalu ambisius apa terlalu galak? entahlah tapi memeng itu yang sering aku rasakan. benar kata orang tak ada gading yang tak retak dan tak ada manusia yang paling sempurna kecuali rasulullah. mengaca pada orang lain itu juga tidak ada salahnya lohh...
ya Allah pabila emang ini yang Kau rencanakan untukku aku ikhlas menjalaninya, tapi aku mohon padaMU beri aku kekuatan untuk istiqomah dalam keikhlasan itu untuk menggapai RidloMU.
biarlah hati ini menyendiri dulu sampai ada secercah cahaya cinta yang menyatukan cintaku pada seseotang yang kau takdirkan menjadi jodohku dalam hidup dan matiku.
sudah kupikir berulangkali untuk mrnuliskan apa yang aku rasakan ini ke dalam blog. mungkin norak ya, tapi aku ingin ceritaku bisa tetap hidup meski nanti nyawaku sudah kembali pada yang Maha Memiliki............
study
aku dulu berharap cuma simpel, yang penting udah dapet gelar s1 kayaknya udah cukup, tapi apa mau dikata aku dapat tantangan dari abah supaya bisa lanjut ke s2. agak berat emang, selain karena biaya yang tek sedikit s2 juga harus ada persiapan knoeledge yang lebih. setelah dipikir-pikir itu juga demi kebaikanku, zaman sekarang s1 itu dah umum, hampir semiu orang bisa menyandang gelar tersebut lagian kelapa tua iku santene luwih akeh dibanding kelapa enom. itu motivasi dari abah.
wah kalo s2 dulu kapan nikahnya ya? padahal temen2 sebayaku dah pada nikah dah da yang punya momongan juga. nunggu lulus s2 paling tidak 4 tahun lagi dan umurku udah 24-25.an. dulu punya target nikah di unur 22/23 itu udah maksimal, eh sekarang malah mlah di edit.
ya aku juga belum tahu apa yang akan terjadi pada diriku di esok hari, kagak ada yang tahu juga kalo tiba-tiba besok aku udah mati, tapi target ini harus tetep aku tuliskan kalau perlu aku piblikasikan biar ada yang tahu apa yang terjadi padaku entah sekarang atau esok lusa.
selain semua itu targetku adalah hafal umrithi paling tidak bilan mei ini aku sudah harus setoran dan ujian pada abah, sebagai konsekuensi dari puasa nyirihku ini. hemm habis itu aku pengen melanjutkan puasa dalail sambil memperdalam kitab. meski cita-citaku menghafal al-qur'an belum terwujud aku berharap da orang terdekatku yang mau menghafalkannya, entah adikku atau mungkin calon suamiku(hehehe). targetnya pinya yayasan pendidikan dan pondok pesantren yang sistem pembelajarannya salaf kontemporer. hem semoga bisa
prinsip yang selalu aku junjung tinggi mampukah aku pertahankan, sudah sejauh ini aku kuat2kan untuk konsisten dengan prinsip tersebut, meski tak jarang banyak godaan yang sedikit demi sedikit menggiyahkan peinsip itu. aku tak mau pacaran kecuali sama suamiku. ya itulah prinsip yang aku agungkan, yang mungkin kedengarannya udik banget, zaman sekarang kagak punya pacar? so what gitu loh, dengan lingkunganku yang seperti itu yang kebanyakan menentang prinsipku itu, tapi peduli apa ma kata orang ini hidupku dan aku berhak menentukan apa yang pas buatku sendiri. kenapa to aku samapai segitunya, memepertahankan prinsip yang kagak gail banget itu, tentu saja ada alasannya. yang pertama tetep takut ma Allah, tepi selain itu juga masih ada dong. yah aku ingin mencintai suamiku setulusnya tak da yang ku banding-bandingkan, dan cinta itu masih tulus murni untuk dia hanya karena Allah. ya semoga saja sampai adanya pelaminan cintaku hanya untuk orang yang nantinya menjadi suamiku selamanya.
selama ini mungkin aku jadi orang terlalu egois apa terlalu ambisius apa terlalu galak? entahlah tapi memeng itu yang sering aku rasakan. benar kata orang tak ada gading yang tak retak dan tak ada manusia yang paling sempurna kecuali rasulullah. mengaca pada orang lain itu juga tidak ada salahnya lohh...
ya Allah pabila emang ini yang Kau rencanakan untukku aku ikhlas menjalaninya, tapi aku mohon padaMU beri aku kekuatan untuk istiqomah dalam keikhlasan itu untuk menggapai RidloMU.
biarlah hati ini menyendiri dulu sampai ada secercah cahaya cinta yang menyatukan cintaku pada seseotang yang kau takdirkan menjadi jodohku dalam hidup dan matiku.
sudah kupikir berulangkali untuk mrnuliskan apa yang aku rasakan ini ke dalam blog. mungkin norak ya, tapi aku ingin ceritaku bisa tetap hidup meski nanti nyawaku sudah kembali pada yang Maha Memiliki............
1 komentar:
wong edannn
Posting Komentar